Have an account?

Susu kambing Menjaga kekebalan tubuh dan atasi kekurangan darah

CATEGORY: | Kamis, 06 Oktober 2011
0

Susu kambing Menjaga kekebalan tubuh dan atasi kekurangan darah



Pernahkan anda membayangkan minum susu kambing???pasti anda akan bergidik membayangkan bau kambing. Pasti anda juga membayangkan susu kambing amis dan membuat eneg. Bisa dipastikan anda akan memilih meminum susu sapi daripada susu kambing. Walau kelihatannya susu ini begitu populer di mata masyarakat, ternyata susu kambing mempunyai segudang manfaat untuk tubuh anda. Apa saja???
Dibandingkan susu sapi, susu kambing kalah populerdan kurang mendapat perhatian masyarakat.Tetapi saat ini orang mulai beralih mengonsumsi susu kambing karena dianggap mengandung banyak khasiat untuk ksehatan dan kecantikan. Dr. dr.Saptawati Bardosono, MSc, dari fakultas kedokteran Indonesia mengatakan manfaat susu dalam aspek gizi merupakan sumber penting dari zat protein hewani aling bagus selain telur.”Susu kambing mengandung sumber mineral kalsium, kalau minum susu tulang menjadi kuat. Kita tahu protein dibutuhkan anak-anak untuk masa pertumbuhan, dan bisa untuk menggantikan sel kita yang rusak dan mati sehingga terlihat sehat dan cantik,”jelasnya.
            Kandungan kadar nutrisi dan khasiat susu kambing amat istimewa, komposisi gizinya baik dari segi protein, energy, kalsium, maupun lemak, mendekati komposisi ASI (Air Susu Ibu). Kandungannya sama dengan susu sapi, hanya saja susu kambing tidak mengandung kadar asam folat, salah asatu kelompok vitamin B yang penting untuk mencegah kekuranagn darah pada ibu hamil.”asam folatpada kehamilan harus cukup , karena kalau tidak tercukupi anak yang dikandung bisa mengalami kelainan bawaan tulang belakang. Asam folat juga dibutuhkan untuk orang produktif, untuk kesehatan jantung,”jelas dr. tati, sapaan akrab saptawati. Selain itu susu kambing juga mengandung zat besi, kalsium, fosfor, dan magnesium,, yang dibutuhkan untuk memineralisasi tulang, agar membentuk tulang yang kuat karena lebih cepat diserap ketimbang susu sapi.
            Susu kambing mengandung 3-4% protein, lemak 5-7%, karbohidrat 4,5%,Ca 134 gr, dan rotein 111 gr/100 ml susu. Molekul lemak susu kambing pun jauh lebih kecil dan homogen, sehingga lebih mudah dicerna tanpa menimbulkan diare. Susu ini bebas lactose intolarence (kepekaan terhadap laktosa penyebab diare. Karena itu, susu kambing cukup potensial bagi perbaikan nutrisi.
            Susu kambing juga mengandung oligosaccharides, merupakan jenis karbohidrat, yang ternyata sangat bagus untuk pengobatan penyakit usus besar.”enyakit-penyakit pencernaan bagsu sekali kalau minum susu kambing, seperti maag, lambung, tukak lambung, infeksi pada usus,”ujar dr. tati. Menurutnya susu kambing mengandung asam lemak rantai pendek yang bernama asam karpoat. Asam ini mempunyai kelebihan anti mikroba, yang artinya dia bisa melindungi tubuh dari seranganan jamur, virus, dan bacteria di dalam usus. Karena itulah susu kambing bisa diminum mentah tanpa menyebabkan diare. Susu kambing secar homogenisasi sedemikian rupa sehingga bisa diminum mentah.”Malah susu kambing ini tidak dianjurkan untuk dimasak,”lanjutnya.
            Kesehatan susu kambing bila ditelaaah secara ilmiah, boleh diminum mentah dan tidak menimbulkan efek negative karena mengandung asam lemak rantai pendek. Namun susu kambing ini tidak boleh dikonsumsi mentah pada ibu yang sedang hamil.” Itu yang harus kita hati-hati, pada ibu hamil mungkin daya tahannya tidak begitu baik sehingga tidak menganjurkan memberis susu kambing,”ingat dr. Tati.
            Adapun keunggulan susu kambing untuk kesehatan tubuh antara lain :
·         Menghasilkan energi, asam lemak yang terdapat pada susu kambing dapat diubah untuk cepat menghasilkan energi   yang dibutuhkan tubuh. Berbeda dengan asam lemak lain yang harrsu melaulai jalur metabolism yang panjang dengan menggunakan garam empedu didalam tubuh untuk bisa menjadi energy.”kalau dikatakan dapat menghacurkan lemak, mungkin karena bukan susu kambing ini asam lema nya langsung bisa menghasilkan energi, maka dia tidak sempat membentuk kolestrol. Jadi kalau ada minum susu kambing dengan dietrendah kolestrol, brarti kolestrolnya terjaga,”ungkapnya.
·         Pembentukkan pertahanan dan kekebalan tubuh. Untuk mencegah agar tubuh tidak mudah sakit.
·         Kurang darah, mereka yang kurang darah meminum susu kambing kadar hemaglobinnya akan cepat pulih. dr. tati menjelaskan apabila dilihat dari komposisi, susu kambing mempunyai zat besi yang lumayan banyak bial dibandingkan susu sapi.”susu sapi sekitar 0,1 mg, ASI 0,2 mg, susu kambing 41 mg. Diabsorsinya juga banyak, jadi cepat sekali darah itu membaik,”ujarnya. 
·         Anti mikroba, ia bisa melindungi tubuh dari kuman yang ada didalam perut. Bagi mereka  yang menderita sakit tukak lambung yang tak kunjung sembuh ternyata dengan minum susu kambing ada perbaikan.
Selain dianjurkan diminum bagi mererka yang menderita penyakit TBC,asma, anemia, hepatitis, kram otot,serta aman bagi tubuh dan dapat menetralisir asam lambung, menambah vitalitas dan daya tahan tubuh, mengantisiasi masalah imotensi dan mengoptimalkan ertumbuhan pada anak. Begitu banyaknya manfaat susu ini sehingga dianjurkan unruk dikonsumsi teratur.

Cara mengkonsusmsi susu kambing
Konsumsi susu kambing ini, menurut Dr. dr.Saptawati Bardosono, MSc, dari fakultas kedokteran Indonesia tergantung pada pola makan kita sehari-hari.”Biasanya susu digunakan sebagai penyempurna makanan pokok kita, empat sehat lima sempurna. Apakah diminum setelah makan, ataukah diminum diantara waktu makan, antara makan pagi dengan makan siang dengan makan malam atau bahkan sebelum tidur. Fungsinya sebagai substitusi susu lain,”jelasnya.
 Cara penyajian susu kambing mudah. Rendam susu beku kedalam air hangat dan ganti air yang sudah dingin dengan air hangat lagi. Demikian berulang-ulang samapi susu mencair dan dalam keadaan hangat dan segera langsung diminum. Sebaliknya, susu tidak direbus kecuali untuk bayi berumur hingga enam bulan. JIka direbus, culu selama 15 detik dengan suhu 70oc, sambil diaduk-aduk. Adaun dapat mengolah susu kambing ini menjadi aneka minuman yang menggugah selera.
Saran penyajian dan dosis:
·         Menjaga kesehatan: setiap hari satu bungkus untuk waktu tidak terbatas.
·         Membantu pengobatan: Setiap hari dua bungkus pagi dan sore sebelum makan. Untuk penyakit ringan diminum selam lebih kurang satu hinggadua bulan.
·         Penyakit berat: Diminum selama lebih kurang tiga hingga empat bulan. Setelah sembuh, disarankan untuk terus mengkonsumsi satu bungkus untuk menjaga kesehatan.
Tips. dr. tati bagi mereka yang mau mengkonsumsi susu kambing:
1.      Sebaiknya kita mengetahui sistem pemerahan, yang sebaiknya dalam kondisi steril dan baik,”walaupun susu kambing ini baik dan sudah siap diminum, tapi saat mengambil dan diperah wadahnya tidak bersih, tentunya susu kambing terkontaminasi. Jadi nanti yang disalahkan susu kambingnya, padahal bukan karena itu. Kita harus tahu dimana dan bagaimana produksi susu kambing itu, prosesnya sampai ketempat kita bersih atau tidak,”.ujar dr. tati. Memang kita tidak mengetahui ketika susu kambing sudah diprosese dalam bentuk kemasan. Ia un menganjurkan apabila kita mempunyai waktu yang cukup , berkunjunglah kepeternakan kambing tersebut. Yang enting kita yakin atau biasa diyakinkan oleh orang bahwa susu kambing tersebut bersih dan bagus, karena kita minumnya mentah.
2.      Susu ini perlu dicoba pada orang-orang yang memang mengalami ganguan kesehatan. Tetapi harus hati-hati karena susu kambing ini memiliki lemak yang sangat tinggi,”memang kalau orang obesitas itubisa minum susu kambing tetapi yang terpenting dai tetap harus diet rendah kolestrol,”tambahnya. Jadi, mulai lah beralih ke susu kambing. 


Sumber : Majalah Info Kecantikan edisi 1 Thn II 17-30 september 2007

Susu Kambing Hambat Inveksi Virus HIV

CATEGORY: |
0

Susu Kambing Hambat Inveksi Virus HIV

SORONG– Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sorong, drh Soepadmo M.Si mengemukakan bahwa susu kambing dapat menghambat atau menghadang infeksi virus HIV penyebab penyakit AIDS. “Penelitian Yoshida dari Kotasato Institute Medical Centre Hospital di Jepang menemukan susu kambing bersifat penghadang infeksi virus enterovirus, dimana penelitiannya berhasil menemukan efek anti virus pada tikus percobaan terinfesi virus HIV. Dalam percobaannya, tikus yang diberi minum susu kambing selama 2 minggu mengakibatkan aktivitas CD4 dan sel T. Artinya tidak ada efek antivirus yang bekerja, susu kambing juga meningkatkan respon kekebalan secara spesifik,”ujar drh Soepadmo dalam tulisannya yang diterima Radar Sorong kemarin.

Dikatakan, didalam susu kambing mengandung asam kaprat dan caurut yang berfungsi sebagai antivirus HIV. Dimana asam kaprat yang terdapat dalam susu kambing adalah yang paling tinggi (2,2%) bila dibandingkan dengan yang terdapat dalam susu ibu yang hanya 0,3% atau susu sapi (1,2%). Kolostrum susu kambing atau susu sapi mengandung transfer factor (TF) yang merupakan molekul halus yang dihasilkan tiga hari awal menyusui. “Tranfert faktor berperan antara lain meningkatkan aktifitas sel NK (Natural Killer) sebanyak 200-400%. Sel NK adala hpembasmi sel-sel yang terinfeksi penyakit. Tranfer Factor juga menenangkan sistim imun yang terlalu aktif,”jelasnya.

Ditambahkan, bahwa susu kambing mampu membantu mengatasi beragam penyakit dimana menurut Dr Happy, susu kambing meningkatkan daya tahan tubuh. Senyawa yang bertanggung jawab terhadap kekebalan tubuh yakni fluorin. Kandungan fluorin dalam susu kambing 10 sampai 100 kali lebih banyak daripada susu sapi. ”Susu kambing mengatasi penyakit secara tidak langsung dengan meningkatkan kekebalan tubuh,”katanya. Adapun mekanisme susu kambing meningkatkan kekebalan tubuh sesuai apa yang disampaikan Dr Rini Damayanti MS, katanya, dengan mendongkrak daya Fagositosis. Fagositosis sendiri merupakan proses untuk mengatasi bakteri atau benda asing dengan cara melapisi bakteri atau benda asing setelah melekat di Makrograf. ”Sekarang kenapa kita tidak minum susu kambing, susu kambing mempunyai khasiat yang luar biasa. Bagi penderita HIV, coba minum susu kambing karena karena akan meningkatkan kekebalan tubuh. Bila ingin sehat dan bugar setiap hari, minumlah susu kambing,”tegasnya.(ian)
Sumber : http://kkpjayapura.blogspot.com/2007/08/sorong-susu-kambing-hambat-infeksi.html

Pengobatan dengan Susu Kambing

CATEGORY: |
0

Pengobatan dengan Susu Kambing

Susu Kambing ternyata memiliki bebarapa khasiat yang dapat mengobati berapa penyakit seperti: tuberkolosis,asma, asam urat dan sebagainya. Berikut beberapa ulasan manfaat susu kambing tersebut.

A. Tuberkulosis

TUBERKULOSIS atau TBC adalah penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri TBC (Mycobacterium tuberculosis).
Ciri-ciri penderita TBC antara lain batuk-batuk kronis, berkeringat pada malam hari, badan kurus dan lemah, serta batuk berdarah akibat terjadinya rongga di jaringan paru-paru yang menyebabkan pecahnya pembuluh-pembuluh darah di paru-paru.
Di samping itu, saat proses penyembuhan bisa terjadi pengapuran jaringan paru-paru yang bisa menyebabkan berkurangnya fungsi paru-paru dalam proses pernapasan. Gejala TBC antara lain badan kurus dan lemah, batuk-batuk, batuk berdarah, pembesaran kelenjar-kelenjar getah bening, sesak napas, gejala kekurangan gizi (malnutrisi) berat. Jika penyakit ini menahun atau kronis berat dan tidak terobati dengan baik, bisa menyebabkan kematian.

1. Pengobabatan secara Medis

Jumlah penderita penyakit TBC di Indonesia menduduki peringkat ketiga dunia setelah Cina dan India. Penyakit TBC menyerang sebagian kelompok usia produktif yang merupakan sumber daya manusia yang penting dalam pembangunan bangsa. Pada tahun 1940-1960 telah ditemukan obat anti-tuberkulosis (OAT), namun TBC masih tetap menjadi masalah kesehatan, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.
Pengobatan TBC memerlukan waktu cukup lama, yakni 6-8 bulan secara terus-menerus dengan OAT dan harus dilakukan dengan tuntas sampai sembuh, sehingga dapat mencegah terjadinya penularan kepada orang lain. Pemberantasan TBC dengan menggunakan OAT terdiri dari jaminan paket obat anti¬tuberkulosis, yakni Isoniazid, Rifampisin, Pyrazinamide, Streptomycin, dan Ethambutol.
Pada tahun 1983 organisasi kesehatan dunia (WHO) mempromosikan Directly Observed Treatment Sbortcourse (DOTS) sebagai suatu strategi yang paling efektif untuk mengontrol pengobatan epidemi TBC. Strategi DOTS ini dilaksanakan dengan sukses di seluruh dunia dan memberikan angka kesembuhan tinggi. Menurut Bank Dunia, DOTS merupakan strategi kesehatan yang paling efektif saat ini. Strategi DOTS untuk memberantas TBC di antaranya komitmen politis dari pengambil keputusan, penemuan penderita, pengobatan dengan panduan DOTS, kesinambungan persediaan OAT yang berkualitas, dan sistem pelaporan untuk memonitor kemajuan pengobatan secara standar.
OAT pada umumnya memberatkan ginjal dan hati. Kondisi ini sangat memberatkan penderita TBC, karena fungsi detoksikasi dan fungsi pembuangan racun mengalami keterlambatan atau hambatan, sehingga, kerja OAT untuk membunuh bakteri TBC terhambat akibat memburuknya kondisi penderita.

2. Pengobabatan dengan Susu Kambing

Selain dengan pengobatan secara medis, penderita TBC juga bisa disembuhkan dengan mengonsumsi susu kambing secara teratur, tetapi tetap melanjutkan pengobatannya secara medis.
Dari beberapa kasus yang ditangani penulis, seorang penderita TBC yang menjalani pengobatan secara medis dibarengi dengan mengonsumsi susu kambing secara teratur, setelah tiga bulan dan dilakukan pemeriksaan, tidak ada lagi bakteri TBC yang bercokol di tubuhnya.
Susu kambing mengandung fluorin yang tinggi dengan kadar 10-100 kali lebih tinggi daripada yang terkandung di dalam susu sapi. Unsur ini merupakan antiseptik natural yang mengandung elemen pencegah tumbuhnya bakteri di dalam tubuh.
Kehadiran fluorin akan meningkatkan daya tahan tubuh dan menekan aktivitas pertumbuhan bakteri, sehingga bakteri TBC tidak lagi berkembang dengan baik.
Susu kambing juga mengandung natrium yang tinggi. Dalam kasus penyakit TBC, salah satu pemicunya adalah malnutrisi. Dengan pemberian susu kambing secara rutin setiap hari, natrium yang terdapat di dalamnya berfungsi menghambat malnutrisi tersebut.
Dugaan orang yang menyatakan bahwa bakteri TBC bisa berkembang biak dalam susu kambing tidaklah benar. Hal ini sudah dibuktikan oleh Dr. Bernard Jensen, Ph.D, seorang nutritionis di Amerika yang meneliti manfaat susu kambing yang menjadi salah satu binatang ternaknya di ranch yang dibangunnya di Escondido, New Mexico, Amerika Serikat. Disebabkan kandungan gizinya, susu kambing bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh penderita TBC. Di samping itu, fluorinnya mencegah percepatan perkembangan bakteri TBC sebagai kerja antiseptiknya, memberi perlindungan jaringan paru-paru, serta memproteksi ginjal dan hati. Kandungan lemak dalam susu kambing berfungsi sebagai zat pembakar sehingga tubuh penderita menjadi hangar.
Dengan demikian, susu kambing ini mempunyai efek ganda, untuk perlindungan, pencegahan, sekaligus penyembuhan.
Pada tahun 2000, penulis mulai memanfaatkan susu kambing dalam program terapi pasien-pasien TBC di Poh Induk Kesehatan. Daerah Milner III Siliwangi, Jawa Barat, dengan hasil yang cukup menakjubkan. Rata-rata setelah 1 bulan pemberian OAT yang dibarengi dengan perubahan pola makan dan pemberian susu kambing sebanyak 150 cc per hari, tingkat kesehatan penderita mengalami perubahan.
Hal ini ditandai dengan nafsu makan yang membaik, batuk dan sesak napas berkurang, serta muka tidak tampak pucat lagi. Rata-rata setelah 5 bulan dengan pemeriksaan iridologi dan radiologi, jaringan paru-paru telah membaik dan proses kronis telah bergeser kembali ke arah penyembuhan. Pada iridologi tampak gambaran healingprocess, yakni proses yang terjadi di seluruh organ, tidak hanya paru¬-parunya. Di samping itu, tes di laboratorium memperlihatkan fungsi ginjal dan hati tidak mengalami kerusakan.

3. Upaya Pencegahan

Penyakit TBC menyebar dan menular dengan cepat akibat lingkungan hidup yang kurang sehat, padat, dan kumuh. Bakteri TBC menyebar melalui udara pernapasan (air born infection). Dengan demikian, kepadatan penduduk di suatu daerah sangat mempermudah proses penyebaran penyakit ini. Kemiskinan menambah beratnya kondisi penyakit ini, karena kemiskinan akan mudah menyebabkan malnutrisi (kondisi kurang gizi) yang akan melemahkan atau menurunkan daya tahan tubuh.
Jadi, faktor lingkungan, kondisi tubuh, dan terjangkitnya penyakit TBC merupakan proses yang berputar seperti lingkaran setan.

Agar dapat terhindar dari penyakit TBC, setup hari kita harus menjalani pola hidup sehat secara alami dengan baik dengan cara sebagai berikut:
  • Berpola pikir positif sehingga terhindar dari sires yang dapat dengan mudah menurunkan daya tahan tubuh.
  • Makan yang baik dan benar. Makanan hendaknya menjadi obat bagi tubuh kita sehingga kemungkinan terjadi malnutrisi dapat dihindari.
  • Olahraga secara rutin dan teratur. Aktivitas ini akan memperlancar aliran darah di dalam tubuh sehingga seluruh jaringan tubuh mendapatkan cukup makanan. Hal ini jugs akan menjadikan kita sehat dan terhindar dari malnutrisi.
  • Cukup mendapat sinar matahari dan udara segar. Perlu diketahui, penderita TBC sangat memerlukan oksigen akibat rusaknya jaringan paru-paru.
  • Menjaga lancarnya fungsi organ pembuangan, yakni usus besar, ginjal, paru-paru, kulit, dan saluran getah bening, agar proses pembuangan racun bisa berjalan dengan baik dan sempurna. Di samping itu, kita harus menjaga hati agar fungsi detoksikasi berjalan dengan baik, makan makanan yang benar, yakni makanan yang bersifat tidak meracuni sel¬sel hati, serta tidak minum minuman beralkohol.


B. Asma

Penyakit asma sering dijumpai dengan ciri-ciri sesak napas. Asma dibedakan menjadi dua, yakni asma bronchial dan asma kardial. Asma bronchial adalah asma yang disebabkan keadaan tidak biasa pada bronchus yang merupakan penyakit tertentu. Gejalanya berupa sesak napas berjangkit-jangkit akibat kejang otot bronchus sehingga lubang bronchus menyempit (stenosis).

Asma kardial atau asma jantung adalah sesak napas yang disebabkan oleh penyakit jantung. Biasanya jantung kiri yang menjadi penyebab. Biasanya serangan terjadi pada malam hari.

Penyebab Asma

Secara umum asma bisa menyerang manusia pada berbagai umur dan biasanya ditandai dengan gejala sesak napas yang menghebat pada malam hari. Beberapa hal yang bisa menyebabkan asma sebagai berikut:
  • Alergi terhadap zat-zat tertentu, seperti bulu binatang, zat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, dan debu.
  • Faktor bawaan atau jasmani.
  • Tekanan pada saraf vagus, terutama jika ditemukan penyakit tuberkulosis pada paru-paru.
  • Kelenjar thymus yang tidak mengecil seperti biasa.
  • Terjangkit asma bronchial yang terjadi pada waktu haid, masa hamil, mati haid atau klimakterum, cuaca lembab dan iklim yang berubah ubah

Pengobatan secara Medis

Pengobatan secara medis biasanya ditujukan untuk menghilangkan efek stenosis bronchus penderita dengan memberikan obat-obatan bronchodilator, baik berupa tablet, cairan, suntikan, maupun inhaler. Di samping itu, diberikan antibiotik jika terjadi infeksi sekunder atau menekan infeksi pencetus asma ini.
Pemberian oksigen terhadap serangan asma akut sangat diperlukan karena penderita biasanya mengalami kekurangan oksigen saat terjadi sesak napas yang hebat. Pemberian pengencer lendir sangat membantu memperingan serangan sesak napasnya.
Obat-obatan pencegah serangan asma umumnya berupa anti-inflamasi. Biasanya diberikan kepada penderita asma berat dan herediter. Namur, obat anti-inflamasi mempunyai dampak sampingan yang tidak menyenangkan penderita, seperti terjadinya moon face, yakni wajah seperti bulan akibat penggunaan obat anti-inflamasi kortikosteroid, mudah terjadi osteoporosis (pengapuran tulang) dan kerusakan lainnya.

Pengobatan dengan Susu Kambing

Fungsi susu kambing dalam pengobatan asma adalah meningkatkan daya tahan tubuh. Hal ini bisa terjadi karena fluorin yang bersifat antiseptik sekaligus antialergi yang ada dalam susu kambing mengaktifkan kerja sel¬sel imunitas sehingga infeksi sekunder yang terjadi, terutama ketika daya tahan tubuh menurun, dapat dicegah.

Penderita asma sebaiknya rutin mengkonsumsi susu kambing sebanyak 150 cc per hari. Sebaiknya susu kambing diminum pada malam hari karena pemecahan kalori yang terjadi dapat menghangatkan tubuh, sehingga spasme bronchi akibat dinginnya udara malam atau dini hari, dapat dihindari. Pengobatan dengan susu kambing pada malam hari ini berhasil mencegah batuk-batuk yang mempermudah timbulnya serangan asma. Susu kambing juga berkhasiat mengencerkan lendir atau dahak sehingga dapat mencegah atau mengurangi serangan.

Selain minum susu kambing pada malam hari, penderita dapat pula mengonsumsi atau minum jus antialergi secara rutin pada pagi hari. jus antialergi tersebut bisa merupakan kombinasi 150 gram pepaya atau 100 gram nanas dengan 3 batang seledri atau 3 batang peterselli (parsley)

Pola Hidup yang Harus Dilakukan
Pola hidup yang harus dilakukan pada prinsipnya adalah sama, yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat alami dalam kehidupan sehari-harinya dengan baik.

Beberapa hal tambahan yang sebaiknya menjadi bagian rutinitas pola hidup sehat penderita asma sebagai berikut:
  • Mengonsumsi sayuran hijau yang mengandung khlorofil (zat hijau daun) yang tinggi untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya dan menekan proses alergi.
  • Menghindari zat-zat alergen dan mengaktifkan otot-otot pernapasan dengan berolahraga, terutama renang, secara teratur. Namun, harus berhati-hati terhadap olahraga berat yang justru dapat menjadi pemicu timbulnya serangan asma.
  • Mempelajari dan melakukan senam asma sebagai salah sate bagian pola hidup sehat alami.

C. Asam Urat

Penyakit asam urat disebabkan kadar asam urat di dalam tubuh atau di dalam, darah berlebihan. Asam urat sendiri merupakan asam organik lemah yang berbentuk hablur putih, tidak berbau, tidak berasa, clan terbentuk sebagai zat hasil akhir katabolismus nukleoprotein. Katabolismus nukleoprotein adalah sejenis protein tersusun yang banyak terclapat dalam inti sel, berupa zat sampah yang dikeluarkan dari baclan oleh ginjal.
Plasma darah yang normal berisi 3,5-6 mg asam urat, sehingga jika kadar asam urat di dalam tubuh lebih dari itu, seseorang bisa dikatakan terkena penyakit asam urat.
Salah satu sebab meningkatnya kadar asam urat di dalam darah adalah malfungsi ginjal, yang berakibat ekskresi asam urat menjadi tidak lancar. Di samping itu, peningkatan produksi asam urat bisa disebabkan oleh konsumsi makanan yang banyak mengandung protein dan akhirnya terjadi peningkatan pembentukan purin.

Gejala Asam Urat

1. Terjadi satu atau lebih pembengkakan pada persendian.
2. Timbul rasa kaku pada hari, terutama jika udara agak dingin.
3. Rasa sakit terjadi berulang-ulang di beberapa tulang sendi.
4. Tidak mampu bergerak seara normal
5. Timbul kemerahan secara nyata dan rasa hangar di daerah persendian.
6. Penurunan berat badan, serta demam atau lemas yang bergabung dengan rasa sakit.

Pengobatan dengan Susu Kambing

Manfaat susu kambing secara, medis, baik kuratif maupun prefendf, dalam penyembuhan penyakit asam urat dapat digambarkan sebagai berikut. Di dalam susu kambing, baik yang berupa susu kambing segar, clabbered milk atau yogurt, maupun whey, tercdapat unsur mineral natrium (Na) dan klorida (Cl) yang tinggi. Kedua, unsur kimia tersebut membantu kerja ginjal dalam menyeimbangkan volume cairan danan elektrolit tubuh. Dengan pemberian susu kambing, keseimbangan asam dan basa tubuh bisa dipelihara, dengan baik sehingga komposisi kimia darah terjaga.
Selain mengonsumsi susu kambing, para penderita penyakit asam urat dianjurkan untuk mengubah pola makan, menghindari makanan yang mengandung purin tinggi, dan menghindari minuman beralkohol dan asam lemak. Minum air putih yang banyak atau minimum 8 gelas sehari dapat membantu mengencerkan cairan tubuh yang pada gilirannya akan mengencerkan asam urat terjadi peningkatan pembentukan purin.

Bagi penderita asam urat, beberapa minuman yang harus dihindari adalah minuman beralkohol seperti bir, wiski, anggur, tape dan tusk. Makanan yang harus dihindari adalah sea food seperti udang, remis, tiram, kepiting; berbagai jenis makanan kaleng seperti sarden, kornet sapi; berbagai jeroan seperti hate, ginjal, jantung, otak, paru, limpa, usus; dan buah-buahan tertentu seperti durian, alpokat, dan nangka masak. Sementara itu, makanan yang masih bisa dimakan, tetapi harus dikurangi porsinya adalah ikan sarden, daging kambing, daging ayam, daging sapi, tempe, emping, kacang, oncom, dan beberapa jenis sayuran tertentu seperti brokoli, bayam, kangkung, kol, dan jamur.

D. Thalasemia

Thalasemia atau anemia cooley merupakan penyakit herediter yang disertai anemia hemolitik oleh kelainan intrakospuskuler yang disifatkan oleh kelainan hematologik dan kelainan pada tulang-tulang tertentu. Morfologi eristrosit menyatakan horochomia, anisositosis, poikilositosis, polichromasia, dan adanya sel-sel sasaran. Tulang tengkorak menebal dan tulang-tulang kaki dan tangan menderita osteoporosis. Penyakit thalasemia mula-mula ditemu¬kan di sekitar Laut Tengah dan menyebar sampai ke negara-negara Asia.

Pengobatan secara Medis

Pasien yang terkena thalasemia biasanya dianjurkan mengonsumsi suplemen folat dan menghindari pemberian obat-obatan yang mengandung zat besi dan pengoksidasi seperti golongan sulfonamid. Penderita thalasemia ini memerlukan tranfusi darah selama masa kehamilan atau ketika penderita sedang mengalami stres.

Penderita thalasemia yang berat harus mendapatkan jadwal perawatan transfusi darah secara teratur dan harus diberi suplemen folat. Operasi limpa juga harus dipertimbangkan jika terjadi peningkatan pembesaran limpa akibat transfusi darah. Deferoxamin juga harus diberikan kepada pasien secara rutin sebagai agen khelasi zat besi untuk mencegah terjadinya hemosidero¬sis (iron overhload).
Dewasa ini telah diperkenalkan salah satu penanganan thalasemia, yakni dengan cara transplantasi sumsum tulang yang allogenic. Anak-anak yang belum pernah mengalami iron overload (kelebihan zat besi) dan keracunan, organ-organ tubuhnya 80% dapat bereaksi dengan baik, sehingga mempunyai kemampuan hidup lebih panjang.

Pengobatan dengan Susu Kambing

Fungsi susu kambing dalam membantu penyembuhan pasien yang didiagnosis terkena thalasemia masih harus diteliti lebih jauh, berpengaruh secara genetik atau tidak.
Pemberian zat besi kepada penderita thalasemia harus dilakukan dengan hati-hati, karena dikawatirkan bisa mengalami iron overload atau kelebihan zat besi. Kadar zat besi dalam susu kambing rendah sehingga pemberian susu kambing relatif aman walaupun nutritional value atau nilai nutrisinya sebagai salah satu dari 24 vital trace mineral dalam raw goat milk adalah all 100% available. Maksudnya, kandungan besi (Fe) dalam susu kambing rendah, tetapi pada pengonsumsi rawgoat milk, nilai nutrisinya tersedia 100%.
Karenanya, pemberian Fe pada penderita thalasemia harus dilakukan secara hati-hati agar tidak terjadi kemosiderosis atau iron overload. Dengan demikian, susu kambing yang kadar Fe-nya rendah, dapat dianggap relatif aman, karena ternyata tidak diakumulasikan di dalam tubuh.
Penderita thalasemia justru memerlukan asam folat. Hal ini disebabkan asam folat sangat penting untuk sintesis nucleid acid bases (ribosa nucleid acid/ RNA dan diocsiribosa nucleidatid/DNA). Kebutuhan asam folat orang dewasa yang direkomendasikan (recommended dietary allowance/ RDA) adalah 400 mcg per hari. Folacin dalam makanan kebanyakan berbentuk poly glutamate (PGA) yang sifatnya tidak stabil dan dalam proses memasak bahan makanan, fola¬cin ini akan rusak atau hilang sebanyak 80-90% sehingga hanya akan tersisa 4 mcg per harinya.
Dalam 1 liter susu kambing segar (raw goat milk) terdapat 6 mcg folat. Jadi, jika mengonsumsi susu kambing 150 cc per hari, kita akan memperoleh lebih kurang 1 mcg folacin yang nutritional value-nya all 100% available. Makanan yang mengandung folacin dengan biovailabilitas tinggi antara lain pisang, lime beans atau kacang yang menyerupai buncis dengan biji besar, hati, dan ragi, serta ditemukan juga pada sayuran hijau dan daging.
Seorang pasien yang ditangani penulis, Rr. Srat, yang tinggal di Pamulang saat berumur 3 tahun Bering mengalami demam dan setelah didiagnosis oleh dokter pada bulan Juli 2001diketahui mengidap anemia dan thalasemia. Setelah diketahui mengidap kedua penyakit tersebut, pasien kemudian mendapatkan pertolongan secara medis dan mengonsumsi susu kambing sebanyak 150 cc tiap pagi. Sore hari pasien mengonsumsi yogurt sebanyak 200 cc dan pemanis berupa ekstrak atau jus bit.
Setelah 4 bulan dan didiagnosis ulang, gejala-gejala penyakitya hilang dan hasil pemeriksaan darahnya juga bagus sehingga rencana pengambilan tulang sumsum untuk diperiksa secara rutin pada periode 4 dan 5 dibatalkan. Pada bulan December 2001 gejala-gejala kerontokan rambut dan bibir pecan-pecan juga sudah hilang dan pasien dinyatakan sembuh, tetapi masih tetap meneruskan pengobatan secara medis dan rutin mengonsumsi susu kambing.


E. Anemia


Anemia merupakan penyakit kelainan badan yang diakibatkan oleh merendahnya kadar hemoglobin (Hb) sampai di bawah batas-batas nor¬mal. Biasanya jumlah eritrosit/mm3 darah dan nilai hematokrit ikut rendah. Hal ini disebabkan jumlah hemoglobin dalam darah berkurang, sehingga proses-proses fisiologis yang bertahan dengan hemoglobin akan terganggu. Anemia bisa pula disebabkan kehilangan darah dalam jumlah yang banyak akibat kecelakaan, karena ketidakmampuan tubuh memproduksi sel darah merah yang cukup, atau karena kelainan bawaan atau genetik (keturunan).
Ciri-ciri orang yang terkena anemia adalah kelihatan pucat, merasa lemas, cepat lelah, dan pusing-pusing. Orang yang normal kadar hemoglobinnya tidak banyak berubah karena adanya keseimbangan antara produksi dan destruksi eritrosit yang terus-menerus secara seimbang. Sementara itu, orang yang terkena penyakit anemia menunjukkan keseimbangan tersebut terganggu oleh suatu sebab.
Macam-macam anemia yang dibagi berdasarkan kelainan patofisiologis dan ukuran sel darah sebagai berikut.

a. Berdasarkan Patofisiologis
1. Pengurangan Produksi
  • Sintesis hemoglobin, yakni iron deficiency atau kekurangan zat besi, thalasemia, dan anemia akibat penyakit-penyakit kronis.
  • Sintesis DNA, yakni megaloblastic anemia.
  • Stem cell, yakni aplastic anemia dan myeloproliferative leukemia.
  • Infiltrasi sumsum tulang, beberapa keganasan seperti carnicoma dan lym¬phoma apkz4a sel darah yang murni.

2. Peningkatan Perusakan
  • Blood loss atau kehilangan darah akut, seperti akibat kecelakaan lalu¬lintas dan perdarahan berat pada kasus-kasus kebidanan.
  • Hemolysis intrinsic, membran (hereditary ipberogoosis dan e&ptogtosis), he¬moglobin (sickle cell anemia dan unstable hemoglobin), glycoylsis (pyruvate ki¬nase), dan oxidation (GOD defideng).
  • Hemolysis extrinsic, immune (warm antibody dan cold antibody), microangiopbatic (thrombotic tbrombogtopenic purpura dan hemolytic uremic syndrome), glycolysis (pyruvate kinase), dan infeksi (clostridial) dan bypersplenism

b. Berdasarkan Ukuran Sel
1. Microcytic, yakni iron defiency, thalasemia, dan anemia akibat penyakit kronis.
2. Macrocytic, seperti megaloblastic anemia karena kekurangan vitamin B12 dan kekurangan folat; non-megaloblastic anemia karena myelodyplasma, che¬motherapy, penyakit hati, increased reficulocytosis, dan myxedema; dan nor¬mocytic.
Penyebab anemia paling banyak adalah dari kelompok iron deficiency anemia, yang disebabkan hal-hal berikut ini.

1. Deficient diet, yakni diet dengan gizi buruk dan tidak adekuat.
2. Absorpsi yang berlebihan.
3. Kebutuhan yang meningkat, seperti saat kehamilan dan menyusui.
4. Kehilangan darah akut, seperti perdarahan usus, kelainan haid, dan donor darah yang berulang.
5. Haemoglobinuria.
6. Iron sequestration, yakni pulmonary haemosiderosis.

Selama ini, di antara keenam penyebab tersebut, yang paling potensial adalah kehilangan darah yang masif. Di antaranya karena kecelakaan yang menyebabkan perdarahan organ-organ dalam perut dan usus, perdarahan pada organ reproduksi akibat persalinan dengan kelainan, kelainan haid, dan donor darah yang berulang.
Anemia hanya suatu gejala yang ditandai dengan adanya penurunan kadar hemoglobin (Hb) di dalam darah yang penyebabnya bermacam¬macam. Dengan demikian, pengobatan yang harus dilakukan kepada pasien penderita anemia harus disesuaikan dengan penyebabnya. Transfusi darah hanya akan membantu memperbaiki kadar hemoglobin, terutama dalam keadaan akut agar penderita tidak mengalami kekurangan oksigen (Hipoksia) yang sangat diperlukan oleh jaringan tubuh, khususnya jaringan otak.

Selanjutnya, pemberian zat besi dan asam folat memerlukan pemeriksaan yang teliti agar tidak sampai terjadi kesalahan terapi yang dapat mengngakibatkan hemosiderosis (iron overload) yang justru membahayakan pasien. Zat besi dan asam folat jauh lebih baik yang berasal dari bahan makanan dibandingkan dengan yang dibuat secara sintetis atau artifisial.

Fungsi susu kambing dalam pengobatan penyakit anemia sama dengan fungsi pada pengobatan thalasemia.


F. Osteoporosis

Osteoporosis adalah penyakit yang banyak diderita oleh orang yang sudah tua, terutama kaum perempuan. Penyakit ini terjadi karena berkurangnya kalsium dalam tubuh, sehingga tubuh mengambil kalsium dalam tulang yang menyebabkan tulang menjadi rapuh.

Kandungan kalsium (Ca) yang terdapat dalam susu kambing adalah sebanyak 133 mg per 100 cc susu kambing dan potasium 204 mg. Jika seorang penderita osteoporosis setiap hari mengonsumsi susu kambing sebanyak 150 cc per hari, penyembuhan penyakitnya akan terbantu. Sementara itu, untuk pencegahan atau bagi yang belum terlanjur kekurangan kalsium, susu kambing bisa diminum secara rutin setiap hari 1 kali dengan dosis 150 cc sekali minum. Lebih bagus lagi jika mengonsumsi yogurt 200 per hari, terutama untuk para lansia (orang yang sudah lanjut usia) yang kadar asam lambungnya sudah berkurang


G. Kudis

Penyakit kudis disebabkan sejenis tungau yang menimbulkan rasa gatal. Rasa gatal ini menimbulkan keinginan untuk menggaruknya, sehingga terjadi infeksi sekunder di kulit. Penyakit kudis selain menyerang manusia juga bisa menyerang hewan peliharaan. Penularannya bisa melalui kontak langsung antara penderita dan sesamanya atau bisa juga karena tertular oleh hewan peliharaan.
Penggunaan susu kambing untuk pengobatan penyakit kudis sudah diterapkan oleh MD Superintendent General Hospital Toledo di Ohio, Amerika Serikat, yakni oleh Dr. George Smith. Dalam pengobatan itu, beberapa anak yang terkena kudis dan mengonsumsi susu kambing secara teratur menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Susu kambing menyembuhkan penyakit kudis karena mengandung fluorin yang berfungsi sebagai antiseptik sekaligus antialergi. Selain fluorin, susu kambing juga mempunyai nilai bakterisid yang tinggi sehingga dapat mencegah infeksi jamur (candidiasis), menghilangkan gatal-gatal di dubur, clan menyembuhkan infeksi vagina.


H. Alergi Susu Sapi
Disebabkan sesuatu hal, tidak sedikit bayi yang baru lahir tidak bisa disusui oleh ibunya. Alternatif yang dilakukan adalah dengan memberi susu sapi sebagai pengganti ASI. Namur, tidak semua bayi mampu mencerna susu sapi dan jika dipaksakan akan mengalami alergi. Bagian yang terserang alergi ini adalah saluran pencernaan, saluran pernapasan, dan kulit. Gejala yang sering timbul karena alergi terhadap susu sapi adalah muntah-muntah, diare, penyerapan nutrisi yang kurang sempurna, asma, bronkitis, migren, dan hipersensitif.
Gejala patologis yang terlihat pada bayi yang terserang alergi terhadap susu sapi adalah ditemukannya iritasi usus halus, pertambahan bobot badannya lambat, serta feces yang berlebihan dan berbau khas. Bayi dan anak-anak yang alergi terhadap susu sapi jika masih dipaksa mengonsumsinya akan terserang reaksi pembesaran lamina propia serta peningkatan permeabilitas molekul makro dan aktivitas elektrogenik lapisan epitel
Kelebihan susu kambing adalah komposisinya yang mendekati ASI serta butiran lemak dan proteinnya lebih halus dibandingkan dengan susu dari binatang mamalia lainnya, sehingga lebih mudah dicerna oleh tubuh. Pemberian susu kambing kepada bayi dan anak-anak yang alergi terhadap susu sapi menunjukkan hasil yang bagus dan alerginya berangsur-angsur menghilang. Susu kambing yang dianjurkan untuk diberikan kepada anak¬anak yang alergi terhadap susu sapi adalah susu kambing dalam bentuk bubuk. Hal ini disebabkan panas yang digunakan selama proses pembuatan susu bubuk bisa mengubah struktur dasar protein dengan cara menurunkan tingkatan alerginya. Sementara itu, biang keladi alergi susu sapi diduga karena protein susunya. Selain susu kambing dalam bentuk tepung (bubuk), pemberian susu kambing dalam bentuk yogurt lebih baik daripada susu segar. Dosis yang diberikan adalah 50-100 cc per hari.
Manfaat susu kambing sebagaimana yang telah diuraikan merupakan hasil penelitian beberapa ahli di berbagai negara yang telah mengonsumsi susu kambing sebagai bagian dari menu makanannya. Demikian juga penderita asma kronis dan beberapa kasus lainnya yang pernah dan sedang ditangani sampai saat ini, seperti rematik akibat asam urat tinggi, beberapa kasus dengan diagnosis thalasemia, atau anemia akibat penyakit-penyakit darah lainnya, rata-rata merasakan khasiat susu kambing setelah mengonsumsinya selama 1 bulan secara rutin dan teratur.
Untuk pengobatan, dari semua bentuk susu kambing, yakni susu segar, yogurt, tablet, dan susu kambing bubuk, diperoleh bukti bahwa susu kambing segar dan yogurt mempunyai reaksi dan khasiat terbaik

Sumber : http://sususegar.com/index.php/news/46-pengobatan-dengan-susu-kambing.html

Pejantan

CATEGORY: |
0

Cempe

CATEGORY: |
0

Awas Kambing di Fitnah

CATEGORY: |
0

Bagi mereka yang divonis hipertensi sanga ngeri ketika ada yang menyebut daging kambing. Akibat derasnya isu efek samping daging kambing membuat banyak orang pun berfikir ulang kali untuk menyantapnya. Benarkah sedemikian menakutkan efek daging kambing? Ternyata sampai sekarang belum ada studi atau penelitian yang akurat tentang efek samping daging kambing.
Sebaliknya berdasarkan petunjuk Al Quran dan Hadits, daging kambing merupakan salah satu makanan terbaik yang disediakan Allah ta’ala untuk hamba-Nya dengan khasiat ungguk untuk merawar kesehatan pengobatan serta sebagai bahan baku utama pembentukan sel darah merah.
Bahkan mereka yang melazimkan mengkonsumsi daging kambing akan terpengaruhi kecerdasannya menjadi lebih baik, termasuk moralnya. Karena kambing termasuk binatang yang paling baik perilakunyha dibanding fauna lainnya.
Lantas siapa sebenarnya yang giat menyebar “teror” dan menghalangi kaum muslim menyantap daging kambing dengan segala kebaikan dan keutamannya? Pendeknya, kambing yang banyak memberikan kebaikan telah difitnah secara keji oleh pihak-pihak yang anti kebenaran dan kebaikan
Bukankah para nabi dan rosul hampir semuanya penggembala kambing, daging dan susunya merupakan makanan dan minuman favorit mereka. Bila kambing lekat dengan kehidupan para nabi dan rosul, bisa dipastikan bahwa kambing merupakan binatang terbaik terutama dagingnya. Belum lagi banyak yariat, seperti qurban, aqiqah yang menjadikan kambing sebagai binatang yang dusunnahkan.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Darda, Rosulullah SAW bersabda: “Rajanya makanan penduduk surga adalah daging, “sementara dari hadits Buraidah secara (marfu’) disebutkan, “sebaik-baiknya lauk di dunia dan akhirat adalah daging”.
Az Zuhri menyatakan “memakan daging dapat menambah stamina menjadi tujuh kali lipat”. “bahkan Ali Bin Abi Thalib R.A berkata, “Makanlah daging, karena daging dapat membersihkan warna kulit, mengecilkan perut dan memperindah tubuh”.
Ali Bin Abi Thalib R.A juga berkata “barangsiapa meninggalkan makan daging selama emput puluh hari, akhlaqnya berubah buruk.”
Abu Hurairah R.A berkata : “dihidangkan dihadapan Rosulullah semangkuk bubur dan daging, maka beliau mengambil bagian lengan dan bagian itulah yang paling disenangi oleh Nabi”. (HR Muslim)
Abdullah bin Mas’ud berkata “Rosulullah sangat suka pada bagian lengan dan beliau pernah diracuni dengan cara meracuni lengan kambing yang hendak beliau makan. Sahabat berpendapat bahwa orang-orang Yahudi lah yang meracuninya.” (HR Abu Dawud)
Faktanya daging kambing memiliki kandungan lemak total, kolesterol, lemak jenuh (saturated fat) yang lebih rendah jika dibandingkan dengan daging lain pada umumnya. Kandungan protein daging kambing hampir sama dengan daging lainnya, akan tetapi daging kambing memiliki karakteristik yang khas dalam hal lemak jenuh dan kolesterol.
Daging kambing memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih rendah dan kandungan lemak mono dan polysaturated yang lebih tinggi. Hal ini dapat dilihat apabila setelah daging kambing dimasak akan terlihat lebih banyak cairan lemak yang keluar menetes.
Hasil analisa menunjukkan bahwa daging kambing memiliki lemak 50% lebih rendah dibandingkan dengna daging sapi.
Menurut Ibnu Qoyyim daging kambing bersifat panas, sehingga dapat mencairkan pembekuan dan memanaskan metabolisme yang dingin, terutama apabila dikonsumsi pada musim dingin. “dan kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini” (Ath-Thur : 22)
“Tabloib Bekam” edisi 5/Th.I/Hal. 5

Emulsi dan Susu

CATEGORY: |
0

Susu
Susu adalah hasil sekresi yang mencakup kolostrum yang didapat dari proses pemerasan binatang sapi yang sehat. Susu dapat diproduksi secara utuh maupun memisahkan bagian lemaknya, merekonstruksi konsentrasinya, atau membuatnya menjadi bubuk. Kuantitas kandungan air pada susu menentukan rekonstruksi konsentrasi untuk membuatnya menjadi kering (Vaclavik VA & Christian EW 2008). SNI 1998 mendefinisikan susu sebagai cairan yang berasal dari sapi sehat dan bersih yang diperoleh dari pemerahan yang benar dimana kandungan alaminya tidak dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan belum mendapat perlakuan serta hanya boleh diproses dengan pendinginan tanpa mempengaruhi kemurniannya.
Sifat Fisik dan Komposisi Susu
Susu merupakan cairan yang berwarna putih dan bersifat opaque (tidak tembus pandang), kadang agak kekuningan, selain itu memiliki rasa agak sedikit manis, bau yang khas, dan berkonsistensi homogen atau tidak bergumpal (Spreer 1998). Susu adalah emulsi lemak dalam air dengan pH 6.5-6.6, berat jenis 1,027-1,035 pada suhu ± 27°C, memiliki titik didih ± 100, 17°C, titik beku -0,5 sampai -0,61°C, dan kekentalan 1,005 centipoise secara kimia (Muchtadi dan Sugiyono 1992 dalam Hidayat NS 2008).
Susu memiliki komponen antara lain (Spreer 1998 dalam Sirindon M 2008):
1. Komponen alami, meliputi :
- Komponen mayor terdiri dari air lemak, protein, dan laktosa.
- Komponen minor terdiri dari garam, asam sitrat, enzim, vitamin, gas, dan fosfolipid.
2. Komponen asing meliputi benda asing, antibiotik, herbisida, insektisida, non-original water, zat atau residu desinfektan, dan mikroba.
Komponen susu antara lain : bahan kering (13%) yang terdiri dari lemak (4%), protein (3.4%), laktosa (4.8%), air (85% – 90%) dan abu (0.7%) (Spreer 1998 dalam Sirindon M 2008). Komposisi susu pada dasarnya sangat bervariasi tergantung dari berbagai faktor yang dapat mempengaruhi jalannya fisiologis sapi, misalnya faktor keturunan, makanan, iklim, suhu, waktu laktasi, dan prosedur pemerahan (Muctadi dan Sugiyono 1992 dalam Hidayat NS 2008).
Secara umum sel-sel di dalam susu yang normal mengandung sel sebanyak 0-200.000 sel/ml. Sel-sel tersebut terdiri dari sel mononuklear besar (65-70%), netrofil (0-8%), limfosit (5%) dan kadang-kadang monosit (Subronto 2003 dalam Hidayat NS 2008).
Faktor Penyebab Kerusakan Susu
Susu merupakan bahan pangan asal hewan yang tidak tahan lama disimpan dan mudah rusak (pershable food) serta merupakan bahan pangan berpotensial mengandung bahaya (potentially hazardous food). Menurut Winarno FG (2004), kerusakan bahan pangan seperti susu dapat berlangsung dengan cepat. Kerusakan pada susu dapat disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut:
1. Pertumbuhan dan aktivitas mikroba terutama bakteri, ragi, dan kapang. Beberapa mikroba dapat membentuk lendir, gas, busa, warna yang menyimpang, asam, racun dan lain-lain.
2. Aktivitas enzim-enzim di dalam susu.
Enzim yang terdapat pada susu tersebut dapat berasal dari mikroba atau sudah ada pada bahan pangan tersebut secara normal. Adanya enzim memungkinkan terjadinya reaksi-reaksi kimia labih cepat tergantung dari jenis enzim yang ada, selain itu juga dapat mengakibatkan bermacam-macam perubahan pada komposisi susu.
3. Suhu termasuk suhu pemanasan dan pendinginan.
Pemanasan dengan suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kerusakan protein (denaturasi), emulsi lemak, dan vitamin, sedangkan susu yang dibekukan akan menyebabkan pecahnya emulsi dan lemaknya akan terpisah. Pembekuan juga dapat menyebabkan kerusakan protein susu dan menyebabkan penggumpalan.
4. Kadar air.
Kadar air sangat berpengaruh pada daya simpan susu karena air inilah yang membantu pertumbuhan mikroba.
5. Udara terutama oksigen.
Oksigen dapat merusak vitamin, warna susu, cita rasa serta merupakan pemicu pertumbuhan mikroba aerobik. Susu yang mengandung lamak dapat menyebabkan ketengikan karena proses lipoksidase.
6. Sinar matahari.
Susu yang terkena sinar matahari secara langsung dapat berubah cita rasanya serta terjadi oksidasi lemak dan perubahan protein.
7. Jangka waktu penyimpanan.
Umumnya waktu penyimpanan susu yang lama akan menyebabkan kerusakan yang lebih besar.
Mikroorganisme Sebagai Indikator Cemaran dalam Susu
Mikroorganisme menggunakan susu sebagai bahan yang sangat ideal untuk pertumbuhannya. Mikroorgaisme dalam bahan pangan adalah mikroorganisme yang umum ditemukan dalam saluran pencernaan menusia dan hewan seperti bakteri koloform. Adanya mikroorganisme indikator di dalam suatu makanan menunjukkan telah terjadinya kontaminasi kotoran dan sanitasi yang tidak baik terhadap air, makanan, susu, dan produk susu (Supardi dan Sukamto 1999 dalam Sirindon M 2008).

Susu Segar atau Fresh Milk

Definisi dari susu segar adalah susu yang dihasilkan dari satu atau lebih sapi yang belum dipanaskan lebih dari 40°C. Definisi tersebut juga berlaku untuk susu yang diperoleh dari kambing, domba, atau kerbau. Umumnya istilah susu digunakan untuk susu sapi sedangkan susu dari hewan lain yang dipelihara untuk produksi susu disebut secara spesifik, misalnya susu kambing, susu domba, atau susu kerbau (Spreer 1998 dalam Sirindon M 2008).
Menurut International Diary Federation (IDF) dalam Sirindon M (2008), sebagai pihak mengatur tentang susu dan produknya, susu memenuhi semua kriteria sebagai pangan. Kriteria tersebut antara lain memiliki komponen nutrisi seperti lemak, protein, karbohidrat, vitamin, mineral, air dan zat antimikrobial.
Susu UHT
Susu UHT (Ultra High Temperature) adalah susu yang dibuat menggunakan proses pemanasan yang melebihi proses pasteurisasi, umunya mengacu pada kombinasi waktu dan suhu tertentu dalam rangka memperoleh produk komersil yang steril. Pemilihan kombinasi antara waktu dan suhu yang tepat disebut juga teknik sterilisasi UHT (Westhoff 1978).
Menurut definisi dari peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah Inggris, UHT adalah proses dimana produk susu diberi perlakuan pemanasan pada suhu diatas 1000 C dan dikemas secara aseptis, setelah melewati proses inkubasi yang tidak kurang dari 14 hari pada suhu 300 C serta bebas dari pencemaran mikroorganisme (Government Notice 2001).
Susu cair segar UHT dibuat dari susu cair segar yang diolah menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang sangat singkat untuk membunuh seluruh mikroba sehingga memiliki mutu yang sangat baik. Secara kesuluruhan faktor utama penentu mutu susu UHT adalah bahan baku, proses pengolahan, dan pengemasannya. Bahan baku susu UHT cair segar adalah susu segar yang memiliki mutu tinggi terutama dalam komposisi gizi. Hal ini didukung oleh perlakuan pra panen hingga pasca panen yang terintegrasi. Pakan sapi harus diatur agar bermutu baik dan mengandung zat-zat gizi yang memadai, bebas dari antibiotika dan bahan-bahan toksis lainnya. Dengan demikian, sapi perah akan menghasilkan susu dengan komposisi gizi yang baik. Mutu susu segar juga harus didukung oleh cara pemerahan yang benar termasuk di dalamnya adalah pencegahan kontaminasi fisik dan mikrobiologis dengan sanitasi alat pemerah dan sanitasi pekerja. Susu segar yang baru diperah harus diberi perlakuan dingin termasuk transportasi susu menuju pabrik (Astawan M 2009).
Kelebihan-kelebihan susu UHT adalah daya simpannya yang sangat panjang pada suhu kamar yaitu mencapai 6-10 bulan tanpa bahan pengawet dan tidak perlu dimasukkan ke lemari pendingin. Jangka waktu ini lebih lama dari umur simpan produk susu cair lainnya seperti susu pasteurisasi. Susu UHT merupakan susu yang sangat higienis karena bebas dari seluruh mikroba (patogen, penyebab penyakit, dan pembusuk) atau spora sehingga potensi kerusakan mikrobiologis sangat minimal, bahkan hampir tidak ada. Kontak panas yang sangat singkat pada proses UHT menyebabkan mutu sensori (warna, aroma dan rasa khas susu segar) dan mutu zat gizi relatif tidak berubah (Astawan M 2009). Batas cemaran mikroba pada susu UHT yang dihitung dengan angka lempeng total dipersyaratkan berjumlah 0 koloni/g baik untuk susu UHT tawar maupun yang diberi zat penyedap cita rasa (Tabel 1).
Tabel 1 Spesifikasi persyaratan mutu susu UHT menurut SNI 01-3950-1998
No Jenis Uji Satuan Persyaratan
Jenis A*) Jenis B*)
1. Keadaan - - -
1.1 Warna - Khas, normal sesuai tabel Khas, normal sesuai tabel
1.2 Bau - Khas, normal sesuai tabel Khas, normal sesuai tabel
1.3 Rasa - Khas, normal sesuai tabel Khas, normal sesuai tabel
*)Jenis A = Susu UHT tawar
Jenis B = Susu UHT yang diberi zat penyedap citarasa
Kerusakan susu UHT sangat mudah dideteksi secara visual, ciri utama yang umum terjadi adalah kemasan menggembung. Gembungnya kemasan terjadi akibat kebocoran kemasan yang memungkinkan mikroba-mikroba pembusuk tumbuh dan memfermentasi susu. Fermentasi susu oleh mikroba pembusuk menghasilkan gas CO2 yang menyebabkan gembung. Kerusakan juga ditandai oleh timbulnya bau dan rasa yang masam. Susu UHT selain menghasilkan gas, tetapi fermentasi oleh mikroba pembusuk juga menghasilkan alkohol dan asam-asam organik yang menyebabkan susu beraroma asam (Astawan M 2009).
Susu Kental Manis atau Sweetened Condensed Milk
Susu kental, juga dikenal sebagai susu kental manis, adalah susu sapi yang diambil airnya dan ditambahkan gula sehingga menjadi produk yang kental dan manis yang dapat bertahan selama beberapa tahun tanpa harus disimpan didalam kulkas jika kemasannya belum dibuka. Produk ini tidak disterilisasi, tetapi diawetkan dengan konsentrasi gula yang tinggi. Produk ini dapat dibuat dari susu utuh atau susu skim (Anonim 2009).
Susu kental manis diproses dengan pasteurisasi tanpa sterislisasi karena kandungan gulanya yang tinggi (60% pada fase air) berperan dalam mencegah perkembangan bakteri. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan tekanan osmotik pada bakteri air yakni pada fase pertumbuhannya (Vaclavik VA & Christian EW 2008).
Menurut SNI 2008, susu kental manis atau SKM mengandung air (20-30%), bahan kering (70-80%) abu (115-2,2%), lemak (8-10%), protein (7-10%), laktosa (10-14%), sakarosa ( 42-48%), bahan pengawet (negatif), logam berbahaya (negatif), bakteri ( negatif).
Emulsi
Emulsi merupakan suatu dispersi atau suspensi suatu cairan dalam cairan lain, yang molekul-molekul kedua cairan tersebut tidak saling berbaur tetapi saling antagonis. Beberapa jenis emulsi yang biasa ditemukan pada makanan yaitu mayonnaise, french dressing, cheese cream, kuning telur, serta susu. Emulsi biasanya terbagi atas tiga bagian utama yaitu: bagian yang terdispersi yang terdiri dari butir-butir yang biasanya terdiri dari lemak, media pendispersi yang juga dikenal sebagai continuous phase, yang biasanya terdiri dari air, emulsifier yang berfungsi menjaga agar butir minyak tadi tetap tersuspensi di dalam air (Winarno FG 2004).
Emulsi dapat terjadi secara permanen dan temporer. Emulsi temporer terjadi misalnya pada suatu minyak dan air yang dikocok bersama-sama, akan terbentuk butir-butir lemak dan kemudian terbentuk suatu emulsi, tetapi apabila dibiarkan partikel-partikel minyak akan bergabung lagi dan memisahkan diri dari molekul air. Hal ini disebut sebagai emulsi temporer. Emulsi mantap (permanent emulsion) memerlukan bahan yang mampu membentuk selaput atau film di sekeliling butiran yang terdispersi sehingga mencegah bersatunya kembali butir-butir tersebut. Bahan tersebut dikenal sebagai emulsifier. Beberapa bahan yang dapat berfungsi sebagai emulsifier yaitu: kuning telur, putih telur, gelatin, pektin, pasta kanji, kasein, albumin, atau beberapa tepung yang sangat halus seperti tepung paprika atau mustard (Winarno FG 2004).
Daya kerja emulsifier terutama disebabkan oleh bentuk molekulnya yang dapat terikat baik pada minyak maupun air. Emulsifier tersebut apabila lebih terikat pada air atau lebih larut dalam air (polar) maka dapat lebih membantu terjadinya dispersi minyak dalam air sehingga terjadilah emulsi minyak dalam air (o/w), misalnya pada susu. Emulsifier yang lebih larut dalam minyak (nonpolar) menyebabkan terjadinya emulsi air dalam minyak (w/o), contohnya pada mentega dan margarin (Winarno FG 2004).
Agar-agar
Agar-agar sering digunakan sebagai kontrol karena memiliki tekstur yang keras, butiran yang halus, dan membaur. Agar-agar adalah karbohidrat dengan berat molekul yang mengisi dinding sel. Agar-agar tergolong kelompok pektin dan merupakan suatu polimer dari monomer galaktosa. Tekstur padat-cair terbentuk karena pada saat didinginkan, molekul agar-agar mulai saling merapat, memadat, dan membentuk kisi yang mengurung molekul-molekul air. Makin besar konsentrasi pektin maka makin keras gel yang terbentuk (Whitehurst RJ 2004).
Emulsifier
Emulsifier atau zat pengemulsi didefinisikan sebagai senyawa yang mempunyai aktivitas permukaan (surface-active agents) sehingga dapat menurunkan tegangan permukaan (surface tension) antara udara-cairan dan cairan-cairan yang terdapat dalam suatu sistem makanan. Kemampuannya menurunkan tegangan permukaan menjadi hal menarik karena emulsifier memiliki keunikan struktur kimia yang mampu menyatukan dua senyawa berbeda polaritasnya. Tingkat penurunan tegangan permukaan oleh senyawa pengemulsi berkisar antara 50 dyne/cm hingga kurang dari 10 dyne/cm jika digunakan pada konsentrasi lebih kecil dari 0,2 persen. Sejumlah energi dibutuhkan untuk membentuk antar permukaan yang baru pada suatu sistem emulsi. Daya kerja emulsifier mampu menurunkan tegangan permukaan yang dicirikan oleh bagian lipofilik (non-polar) dan hidrofilik (polar) yang terdapat pada struktur kimianya. Ukuran relatif bagian hidrofilik dan lipofilik zat pengemulsi menjadi faktor utama yang menentukan perilakunya dalam pengemulsian (Anonim 2008).
Emulsifier banyak dijual di pasaran dan umumnya dikenal dengan merek TBM, SP, atau Ovalet. Fungsinya selain membantu mengembangkan kue, juga dapat mengemulsi bahan-bahan agar tercampur baik hingga bisa mengembang sempurna. Keuntungan menggunakan emulsifier adalah lebih ekonomis, bahan telur bisa dikurangi, adonan tetap stabil meski lama belum bisa dimasukkan ke dalam oven, dan pengocokan bisa dilakukan dalam waktu singkat namun cepat mengembang. Penggunaan emulsifier juga membuat cake lebih halus. Kerugiannya adalah jika penggunaan emulsifier terlalu banyak akan menyebabkan kue menjadi kurang enak rasanya (Riana S 2009).
Faktor yang mempengaruhi kestabilan emulsi bermacam-macam. Faktor-faktor tersebut adalah tipe pengemulsi, konsentrasi pengemulsi, ukuran tetesan, pH, viskositas, stabilizers, pemanasan, pendinginan, pembekuan, atau pengguncangan (Vaclavik VA & Christian EW 2008).
Protein adalah emulsifier yang paling baik dimana protein dapat berdenaturasi serta menyerap zat-zat sehingga membentuk sifat yang stabil. Protein berfungsi untuk menyatukan hidrofobik pada minyak dan hidrofilik pada air. Protein terbaik yang digunakan sebagai emulsifier adalah kuning telur dan susu karena tingkat kestabilannya untuk membentuk kesatuan yang baik, sedangkan putih telur adalah protein pembuat busa terbaik. Telur mengandung lipoprotein dan fosfolipid seperti lesitin yang dikenal sebagai misel. Struktur misel pada lesitin tersebut adalah bagian yang membuat emulsifier tersebut bekerja dengan baik (Hasenhuettl GL & Hartel RW 2008).
Kuning dan Putih Telur
Gelatin dan albumin pada putih telur adalah protein yang bersifat sebagai emulsifier dengan kekuatan biasa dan kuning telur merupakan emulsifier yang paling kuat. Paling sedikit sepertiga kuning telur merupakan lemak, tetapi yang menyebabkan daya emulsifier kuat adalah kandungan lesitin dalam bentuk kompleks sebagai lesitin protein (Winarno FG 2004).
Tepung Kanji
Tepung kanji, tapioka, tepung singkong, atau aci adalah tepung yang diperoleh dari umbi akar ketela pohon. Tepung kanji merupakan salah satu emulsifier yang bagus untuk makanan. Tepung ini memiliki sifat-sifat fisik yang hampir sama dengan tepung sagu sehingga penggunaan keduanya dapat dipertukarkan. Emulsifier tepung kanji dapat menghasilkan tekstur yang lunak pada zat terdispersi, selain itu juga menghasilkan butiran-butiran yang halus, serta dapat menyatu dengan zat terdispersi. Tepung ini sering digunakan untuk membuat makanan dan untuk bahan perekat. Banyak makanan tradisional yang menggunakan tepung kanji atau tapioka sebagai bahan bakunya, seperti bakso batagor, siomay, comro, misro, cireng, dan pempek (Anonim 2009).
Tepung kanji adalah salah satu tepung yang tidak membentuk gel. Gel yang terbentuk akan membuat bahan makanan tidak dapat teraduk rata serta berviskositas tinggi (Vaclavik VA & Christian EW 2008).
Susu Bubuk
Susu bubuk adalah bubuk yang dibuat dari susu kering yang solid. Susu bubuk mempunyai daya tahan yang lebih lama dari pada susu cair dan tidak perlu disimpan di lemari es karena kandungan uap airnya sangat rendah. Susu bubuk selain sebagai pelengkap gizi, dapat pula berperan sebagai emulsifier dalam proses emulsi suatu bahan pangan yang sangat bagus (Anonim 2009).
Susu bubuk merupakan emulsifier yang baik dari segi tekstur, kemantapan emulsi, ukuran dispersi, maupun rasa. Hal ini dikarenakan susu bubuk merupakan emulsifier yang lebih terikat pada air atau lebih larut dalam air (polar) sehingga dapat lebih membantu terjadinya dispersi minyak dalam air dan menyebabkan terjadinya emulsi minyak dalam air. Bahan pangan yang dalam pembuatannya ditambahkan susu sebagai emulsifier akan menghasilkan tekstur, aroma, dan rasa yang lebih bagus dibandingkan dengan bahan pangan yang sama yang tidak ditambahkan emulsifier susu. Emulsifier susu bubuk dapat membuat tekstur zat terdispersi menjadi lunak, butiran zat terdispersi menjadi halus, dan meningkatkan kemantapan emulsi (Anonim 2009).
Sumber : http://dita8.wordpress.com/2010/06/07/emulsi-dan-susu/